DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERKEBUNAN

“Terwujudnya Masyarakat Perkebunan Modern dan Sejahtera Melalui Usaha Agribisnis yang Bernilai Tambah, Berdaya Saing dan Berkelanjutan Berbasis Sumberdaya Lokal”.

18/06/2018 - 04:13 PM

KERJA KERAS DAN SINERGI MEMAJUKAN KARET PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Di Publish Pada : 06/06/2018 | Kategori : PERKEBUNAN

Karet (Havea brasiliensis) merupakan salah satu komoditi unggulan Provinsi Kalimantan Selatan disamping kelapa dan kelapa sawit. Data statistik 2016 meunjukkan luas areal karet di Provinsi Kalimantan Selatan 162.614 Ha yang terbagi menjadi 47.076 Ha Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), 96.670 Ha Tanaman Menghasilkan TM), dan 18.868 Ha Tanaman Tua dan Rusak (TTR). Produksi karet rata-rata tahun 2016 sebanyak 91.335,90 Ton dan melibatkan 136.522 kepala keluarga tani.  Rata-rata produktivitas karet di Kalimantan Selatan mencapa 1.050 Kg/Ha/Tahun melebihi raa-rata produktivias karet Nasiona yang mencapai 1.000 kg/Ha/Tahun.

Meskipun produktivias karet di Provinsi Kalimantan Selatan telah melampaui produktivias nasional, namun pemerintah terus mendorong penigkatan produktivitas karet di Provnsi Kalimatan Selatan ini dengan kerja-kerja nyata. Hal tersebut dinyatakan oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, drh. Suparmi. “Thailand saja mampu menghasilkan 1.700 Kg/Ha/Tahun, mengapa kami tidak bisa, saya yakin pasti bisa” demikian ujar drh Suparmi.  Oleh karena itu Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan perkebunan melakukan kerja-kerja nyata untuk meningkatkan meningkatkan pendapatan petani karet.  Lebih lanjut drh. Suparmi menyatakan bahwa untuk mengembangkan karet di Kalimantan Selatan kebijakan pemerintah yang menyentuh aspek hulu hingga hilir yakni “Meningkatkan Produksi dan Produktivitas Karet secara berkelanjutan”. Kebijakan ini dijabarkan menjadi kebijakan teknis yakni:

1. Dari aspek hulu Melakukan pembinaan kepada petani karet untuk melakukan peeliharaan kebun karet yang dimiliki serta meremajakan tanaman karet melalui replanting. Saat ini terdapat sekitar 15.000 Ha tanaman karet yan rusak. Tahun 2017 telah dilakukan peremanaajn 1.500 Ha tanaman karet yang telah rusak, dan pada tahun 2918 akan dipayakan replanting akan mencapai seluas 1.780 Ha.

2. Dari asek hilir, meningkatkan dan menstabilkan harga karet yang dilakukan dengan meningkatkan nilai tambah dan daya saing karet yang dihasilkan petani serta memperkuat kelebagaan petani karet melalui Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB). Penigkatan nilai tambah karet petani dilakukan dengan memmperkenalkan dan mengimplementasikan teknologi-teknologi pengolahan karet sehingga karet yang dihasilkan petani tidak hanya karet mentah namun juga sudah menuju pada hasil olahan menjadi creper, compound, dan juga slab lum.  Program UPPB ini telah berlangsung semenjak tahun 2010. Saat ini di rovinsi Kalimantan Selatan telah terdapat 92 UPPB yang teregistrasi, sementara itu taret UP teregistrasi pada tahun 2018 ialah sebanyak 150 UPPB. Diantara 92 UPPB yang telah teregister ini, 46 diantaranya tellah mampu menjalin kemitraan langsung dengan industry crum rubber.

3. Dari aspek legalitas, menerbitkan Peraturan Daerah (PERDA) Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pembangunan Berkelanjutan yang di dalamnya juga mengatur tentang UPPB. Di dalam aturan ini disebutkan bahwa perusahaan-perusahaan karet wajib mnerima karet petan yang memilikisurat keterangan asal.

Lebih lanjut, dinyatakan oleh drh. Suparmi bahwa Pengembangan karet di Kalimantan Selatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, namun juga tanggungjawab semua pihak, baik pemerntah, swasta maupun masyarakat, oleh karena itu sinergisitas berbagaii pihak dalam mengembangkan karet ini sangatlah penting.  “Kami melakukan upaya-upaya untuk mengembangkan karet ini bersinergi dengan pihak-pihak lain baik pemerintah maupun swasta, dan Dinas Perkebunan dan Peternakan sebagai leading sectornya”, demikian dinyatakan drh. Suparmi di kantornya, pada selasa (5/6/18).  Misalya sinergi yang dibangun dengan Dinas Perindustrian Kalimantan Selatan, yakni denganfasilitasi alat pengolahan karet, sinergi yang dibangun dengan swasta melalui pemehunan kapasitas terpasang perusahaan karet dengan karet yang dihasilkan petani yang mutunya disesuaikan dengan mutu yang dikehendaki perusahaan, serta pemanfaatan dana CSR perusahaan yang diperuntukkan bagi pengembangan karet petani dengan membangun gudang penyimpanan dan lain-lain.

Di sisi lain, pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Teknolgi dan Penerapan Subdit Pengolahan, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ditjen Perkebunan, Tri Sunar Prasetyanti, S.Sos, M.Sc menyatakan bahwa Ditjen Perkebunan sangat mendorong pengebangan karet, khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan melalui berbagai fasilitasi baik fasilitasi peralatan pascapanen, pengolahan sampai dengan pemasaran karet. (HNY)

 


Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 9
Total pengunjung : 3976

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Kanpus Kementan, Jl. RM. Harsono No.3, Gedung C Lantai 3, Ragunan - Jakarta Selatan 12550 - Indonesia
021-7815585. Email : ditjenbun@pertanian.go.id